Berita

Riset: Dek, Bermain Game Terlalu Lama Bisa Bikin Nilai Sekolah Kamu Jelek

Tak bisa dipungkiri, banyak anak-anak zaman sekarang yang sangat-sangat bergantung pada gadget. Mau ngapain aja, tak perlah lepas gadget dari genggamannya. Entah itu mau makan, ngerjain tugas, nongkrong bareng temen-temen, bahkan boker pun sambil main hp. Memang sih gak semua yang dilakukan di hp itu berdampak negatif. Namun, yang akan digaris bawahi dalam pembahasan berikut ini adalah kecanduan bermain game.

Seperti diketahui, seiring canggihnya teknologi, para developer game berlomba-lomba membuat karya mereka agar menjadi pilihan utama dari para konsumennya. Hingga kini, banyak sekali jenis game yang sudah bisa kita nikmati, mulai dari game RTS, RPG, FPS, simulasi, dan sebagainya.

Tentu saja dengan adanya berbagai jenis game tersebut, membuat banyak anak-anak saat ini yang menghabiskan waktu produktifnya untuk bermain game. Selain itu, masih banyak faktor lain yang membuat anak jadi kecanduan germain game. Seperti tidak ada aktivitas, kurangnya pengawasan dan bimbingan orang tua, dan sebagainya.

Riset: Lama Bermain Game Buat Nilai Jelek

Ilustrasi anak bermain game
Ilustrasi | tempo

Sebuah riset yang dilakukan oleh Rutgers University mengungkapkan, jika anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah cenderung memiliki nilai yang jelek saat mereka terlalu lama bermain game.

Penelitian ini dilakukan pada 10.000 ribu siswa SMP dari hasil Survey Panel Pendidikan China. Rataan usia mereka berkisar di angka 13,5 tahun.

Dari penelitian tersebut menunjukkan hasil, anak-anak yang menghabiskan waktunya untuk menggunakan media sosial atau bermain video game selama lebih dari 4 jam, memiliki kemungkinan lebih besar untuk bolos sekolah. Dan mereka yang menghabiskan waktu lebih dari satu jam selama seminggu, rentan memiliki nilai sekolah yang di bawah rata-rata.

Selama pandemi Covid-19, teknologi sangat penting untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh. Namun di saat yang sama muncul kekhawatiran bahwa penggunaan yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi perkembangan pendidikan anak-anak,” tulis Vivien (Wen Li) Anthony, asisten profesor di School old Social Network dan penelitian di Rutgers Center for Gambling Studies, mengutip dari detikINET.

Riset itu juga menunjukkan bahwa anak laki-laki lebih banyak yang menggunakan gadget, lebih rendah keterlibatannya di sekolah dibanding anak perempuan. Oleh karena itu, para orang tua untuk dapat mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan teknologi seperti menonton video, bermain media sosial dan video game.

Peran Orang Tua Harus Ditingkatkan

Ilustrasi pengawasan orang tua
Ilustrasi

Lebih baiknya saat hari sekolah, penggunaan handphone tidak lebih dari satu jam, dan saat hari libur tidak lebih dari 4 jam. Terlepas dari itu, dengan adanya teknologi ini pastinya memiliki dampak positif juga.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Oxford University yang melakukan kerja sama dengan Electronic Arts (EA), mengungkapkan jika bermain game akan mempengaruhi kesehatan mental penggunanya. Di mana studi ini dilakukan pada lebih dari 3.000 responden di Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada.

Penelitian ini menyatakan, setiap orang tua harus membatasi anaknya dalam menggunakan teknologi hiburan, seperti gadget, PlayStation, dan sebagainya. Tentu saja hal ini berguna untuk mencegah dampak buruk yang mana bisa terjadi ke depannya pada anak.

Related Posts

Read All Comment
Gamedaim We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications